Kamis, 16 Oktober 2014

MENGULAS TAKTIK: SERANGAN CHELSEA MIRIP DENGAN ANGKATAN 2004

Adrian Clarke mengatakan Jose Mourinho mengikuti pola Chelsea 2004/05 yang dominan

Percaya atau tidak kita hampir meyelesaikan seperlima perjalanan di musim 2014/15. Waktu berlalu dengan cepat.
Dengan tidak adanya laga Barclays Premier League akhir pekan ini, Adrian Clarke menganalisis awal musim Chelsea, dan mengapa tampak begitu familiar.

Mourinho mencoba rumus taktik yang terpercaya

Jika Anda merasa Chelsea 2014 saat ini familiar, berarti Anda tidak salah. Jose Mourinho telah menciptakan skuad musim ini dengan gaya yang hampir sama dengan Chelsea ketika memenangkan gelar BPL satu dekade yang lalu.
Beberapa keputusan yang diambilnya sangat serupa. Misalnya, kembali ke musim panas tahun 2004 ia melepas dua pemain senior yang terlalu banyak disukai para pendukung (Jimmy Floyd Hasselbaink dan Marcel Desailly) untuk memberikan ruang bagi darah segar; ia menukarkan kiper populer nya (Carlo Cudicini) untuk pemain muda yang lebih menjanjikan (Petr Cech); dan setelah meminjamkan striker mahal untuk tambahan profit (Hernan Crespo), ia mendatangkan penyerang asing kuat yang senang mengintimidasi defender lawan (Didier Drogba).
Apakah semua itu ada sangkut pautnya dengan apa yang terjadi di London barat di musim panas ini?
Di dalam lapangan pendekatan taktis Mourinho juga menyerupai taktik yang memenangi gelar dengan 12 poin di musim itu, mengakhiri musim itu dengan hanya satu kekalahan.
Pola yang disukainya adalah empat bek di barisan pertahanan berisikan tiga bek murni, sama seperti yang dilakukannya pada saat itu, dengan bek kanan yang cenderung ikut menyerang, daripada pemain di sisi kiri.
Di lini tengah, Mourinho memilih untuk tidak merotasi pemainnya, dan selalu memilih Nemanja Matic dan Cesc Fabregas jika fit; seperti yang ia lakukan dengan pasangan yang tidak pernah absen di musim 2004/05, Claude Makelele dan Frank Lampard.
Di posisi sayap, ia sekali lagi dilengkapi gelandang serang yang dapat beralih posisi sayap dengan mudah. Serangannya dibangun di sekeliling striker agresif haus gol yang berusia di paruh umur 20 (Diego Costa), seperti Drogba saat itu, yang sangat berkesan di sepak bola Inggris.
Apakah pendekatan taktis manajer Chelsea musim ini disengaja atau tidak disengaja, kita tidak bisa memastikan, tapi perbandingannya sangat jelas.

Peran ganda dan formasi berlian muncul kembali

Di saat yang lalu, kolaborasi pemain depan tidak berjalan dengan baik. Dengan formasi 4-2-3-1 yang mendominasi taktik selama satu periode, menghasilkan pertanyaan apakah istilah 'duet penyerang' telah menjadi punah.
Untungnya, hal itu tidak terjadi. Faktanya permainan 'Duet' telah kembali, tetapi hampir sebagian dari manajer top telah bereksperimen dengan dua penyerang depan, atau menggunakan mereka secara teratur. Hal ini mungkin terinspirasi oleh keberhasilan penyerang kembar Manchester City dan Liverpool di musim 2013/14.
Sebagian besar kolaborasi itu juga terbukti sangat efektif. Leicester City, West Ham United dan Hull City menikmati permainan itu berkat keputusan berani untuk memunculkan tandem striker depan secara bersamaan. Dalam penguasaan bola, mereka memiliki banyak alternatif serangan, dan tanpa bola mereka dapat menekan lebih jauh.

Duet Penyerang Top BPL
Duet Penyerang Laga Gol
Leonardo Ulloa dan David Nugent (LEI) 6 6
Diafra Sakho dan Enner Valencia (WHU) 4 5
Edin Dzeko dan Sergio Aguero (MCI) 3 4
Abel Hernandez dan Nikica Jelavic (HUL) 4 4
Radamel Falcao dan Robin van Persie (MUN) 3 3
Connor Wickham dan Steven Fletcher (SUN) 4 2
Gabriel Agbonlahor dan Andreas Weimann (AVL) 1 2

Di lini tengah formasi berlian' merupakan bentuk taktis lain, yang saat ini banyak digunakan.
Brendan Rodgers menggunakan itu dalam kemenangan 3-0 Liverpool atas Tottenham Hotspur, yang juga akan diikuti tim lain.
Manchester United saat ini berpegang pada sistem 4-1-2-1-2, sementara West Ham, Hull dan QPR semua juga sempat mencoba memakai sistem tersebut. Sistem formasi ini dapat berfungsi dengan baik, apabila  pemain lini depan bergerak dengan cepat dan gelandang memiliki kreatifitas tinggi. Berhati-hatilah karena dalam beberapa bulan ke depan, semakin banyak klub yang  akan bereksperimen dengan formasi  'berlian' ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar